Palu – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Wahdah Islamiyah Kota Palu menggelar Penataran Seputar Ramadhan pada (15/02/26) di Masjid Jami Al-Khairat, Kecamatan Palu Barat. Kegiatan ini bertujuan membekali umat Islam dengan pemahaman fiqih serta penguatan spiritual menjelang bulan suci Ramadhan.
Kegiatan tersebut dibuka oleh Camat Palu Barat, Khomaeni, S.Sos, dan dihadiri tokoh agama serta masyarakat.
Dalam sambutannya, Khomaeni mengapresiasi pelaksanaan kegiatan pembinaan keagamaan tersebut. Ia menilai penataran semacam ini penting untuk memastikan masyarakat memasuki Ramadhan dengan kesiapan ilmu dan mental yang baik.
“Kegiatan ini sangat penting sebagai bekal untuk memasuki bulan suci dengan kesiapan yang matang. Pemerintah tentu mendukung kegiatan yang memperkuat nilai-nilai keagamaan di tengah masyarakat,” ujarnya.
Ia juga mengimbau masyarakat menjaga ketertiban, keamanan, dan kebersihan lingkungan selama Ramadhan agar suasana ibadah berlangsung nyaman dan kondusif.
Ketua DPD Wahdah Islamiyah Kota Palu, Ustaz Ahmad Muslimin, S.H., dalam sambutannya menyampaikan bahwa penataran tersebut merupakan agenda rutin tahunan sebagai bentuk persiapan menyambut Ramadhan.
“Ramadhan adalah bulan istimewa. Kita ingin menyambutnya dengan sebaik-baiknya, karena bisa jadi ini Ramadhan terakhir bagi kita. Maka diperlukan persiapan iman dan ilmu agar ibadah lebih maksimal,” katanya.
Ia juga menyampaikan bahwa selain penataran, Wahdah Islamiyah akan melaksanakan program sosial seperti Tebar Iftar Ramadhan dan kegiatan berbagi lainnya selama bulan suci.
Dalam sesi materi pertama, Habib K.H. Sayyid Mohsen bin Ali Al-Habsyi, Lc., M.A., menekankan bahwa Ramadhan merupakan momentum pembenahan hati. Menurutnya, kebahagiaan sejati bukan terletak pada pencapaian dunia, melainkan pada ketakwaan dan kedekatan kepada Allah.
“Puasa bukan sekadar menahan lapar dan haus, tetapi latihan membersihkan hati, menumbuhkan syukur, dan menguatkan keyakinan,” jelasnya.
Ia mengingatkan bahwa tanpa kebersihan hati, ibadah bisa kehilangan makna dan hanya menjadi rutinitas tahunan.
Sementara itu, Ustaz H. Muhammad Yani Abdul Karim, Lc., M.A., menegaskan bahwa tujuan utama Ramadhan adalah meraih ampunan Allah. Ia menjelaskan bahwa kehidupan akhirat merupakan kehidupan yang hakiki, dan bekal utama menuju ke sana adalah takwa.
“Tidak ada seorang pun yang bisa masuk surga tanpa ampunan Allah. Karena itu, Ramadhan harus menjadi momentum taubat dan pembersihan diri,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan peringatan Rasulullah ﷺ tentang kerugian besar bagi orang yang bertemu Ramadhan namun tidak mendapatkan ampunan.
Melalui penataran ini, Wahdah Islamiyah Kota Palu berharap masyarakat dapat memasuki Ramadhan dengan hati yang lebih bersih, pemahaman yang benar, serta semangat ibadah yang meningkat.
Radio Wahdah