Palu – Dewan Pengurus Daerah (DPD) Wahdah Islamiyah Kota Palu menggelar Kajian Pengurus yang dirangkaikan dengan buka puasa bersama pada Senin, (09/03/2026). Kegiatan tersebut berlangsung di Masjid Al Quds untuk peserta ikhwa dan di TK IT Qurrota A’yun Palu untuk akhwat.
Kajian ini diikuti oleh jajaran pengurus DPD dan Majelis Wilayah Daerah (MWD) Palu sebagai bagian dari agenda pembinaan rutin organisasi, khususnya dalam memperkuat semangat dakwah dan kaderisasi di kalangan pengurus.
Hadir sebagai pemateri, Bahrul Ulum yang juga menjabat Ketua Departemen Dakwah dan Kaderisasi Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Wahdah Islamiyah Sulawesi Tengah. Dalam penyampaiannya, ia menegaskan bahwa hidayah sepenuhnya berada di tangan Allah Subhanahu wa Ta’ala.
“Sesungguhnya engkau tidak dapat memberi hidayah kepada orang yang engkau cintai, tetapi Allah memberi hidayah kepada siapa yang Dia kehendaki,” ujarnya mengutip firman Allah dalam Surah Al-Qashash ayat 56.
Menurutnya, nikmat iman dan Islam yang dimiliki seorang muslim merupakan karunia besar dari Allah yang patut disyukuri. Oleh karena itu, setiap kader dakwah diharapkan terus menjaga keimanan sekaligus berperan aktif dalam menyebarkan kebaikan di tengah masyarakat.
Ia juga mengingatkan tentang sifat-sifat yang harus dihindari oleh seorang muslim, sebagaimana disebutkan dalam Surah At-Taubah ayat 67, yakni menyeru kepada kemungkaran, mencegah dari kebaikan, serta memiliki sifat kikir.
“Jangan sampai tanpa sadar kita justru menghalangi orang lain dari melakukan kebaikan, baik melalui ucapan maupun sikap kita,” jelasnya.
Sebaliknya, lanjutnya, Allah menggambarkan sifat orang beriman dalam Surah At-Taubah ayat 71 sebagai pribadi yang saling menolong dalam kebaikan, menegakkan salat, menunaikan zakat, serta mengajak kepada amar ma’ruf nahi munkar.
“Di tempat kita hari ini, jihad yang paling relevan adalah jihad dakwah. Karena itu, aktivitas dakwah merupakan bagian penting dari perjuangan seorang muslim,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua DPD Wahdah Islamiyah Palu, Ahmad Muslimin, dalam arahannya menegaskan bahwa organisasi dakwah merupakan sarana untuk menyampaikan kebaikan kepada masyarakat.
“Wahdah Islamiyah adalah wasilah, bukan tujuan. Tujuan dakwah kita adalah bagaimana hidayah itu sampai kepada hati manusia, sementara tugas kita adalah menyampaikan dan mengajak,” ungkapnya.
Ia juga menekankan pentingnya menumbuhkan jiwa kaderisasi pada setiap pengurus, tanpa terbatas pada departemen tertentu. Menurutnya, seluruh program organisasi pada akhirnya harus bermuara pada lahirnya kader-kader dakwah yang berkualitas.
“Jiwa kaderisasi harus melekat pada setiap pengurus, apa pun bidang tugasnya. Semua program harus berorientasi pada lahirnya kader-kader dakwah,” ujarnya.
Melalui kegiatan ini, para pengurus diharapkan semakin memperkuat komitmen dalam menjalankan peran dakwah, sekaligus memanfaatkan momentum Ramadan untuk meningkatkan kontribusi dalam pembinaan umat.
Kajian pengurus tersebut kemudian ditutup dengan buka puasa bersama, dilanjutkan dengan salat Isya dan Tarawih berjamaah di Masjid Al Quds bagi peserta ikhwa.
Radio Wahdah