Palu – Dewan Pengurus Daerah (DPD) Wahdah Islamiyah Palu melaksanakan penyembelihan hewan kurban Iduladha 1447 Hijriah di Masjid Al-Quds, Jalan Sungai Manonda Atas, Kelurahan Duyu, Kecamatan Tatanga, Kota Palu, Sulawesi Tengah, Rabu (27/5/2026).
Pada pelaksanaan kurban tahun ini, panitia menyembelih sebanyak 16 ekor sapi dan 9 ekor kambing. Dari jumlah tersebut, tiga ekor sapi merupakan hewan kurban dari Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Tengah yang pengelolaannya dipercayakan kepada DPD Wahdah Islamiyah Palu.
Ketua Panitia Kurban, Ruslan Gani, mengatakan pelaksanaan kurban berjalan lancar dengan melibatkan panitia dan relawan sejak proses penyembelihan hingga distribusi daging kepada masyarakat.
“Alhamdulillah, pelaksanaan kurban tahun ini berjalan lancar. Untuk satu ekor sapi rata-rata menghasilkan sekitar 70 paket daging kurban, sehingga total paket yang tersalurkan mencapai kurang lebih 1.120 paket dari hewan sapi,” ujarnya.
Ia menjelaskan, pendistribusian daging kurban dilakukan secara langsung di lokasi kepada masyarakat dan penerima manfaat yang telah terdata sebelumnya.
Kepercayaan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Tengah kepada DPD Wahdah Islamiyah Palu dalam pengelolaan hewan kurban disebut telah berlangsung selama dua tahun terakhir. Hal itu dinilai tidak terlepas dari kesiapan panitia dan sistem pengelolaan kurban yang profesional.
Perwakilan Bank Indonesia Sulteng, Arif Munandar, mengatakan pihaknya mempercayakan pengelolaan hewan kurban kepada DPD Wahdah Islamiyah Palu karena didukung tenaga penyembelih profesional dan bersertifikat JULEHA.
JULEHA atau Juru Sembelih Halal merupakan sertifikasi bagi penyembelih hewan yang memastikan proses penyembelihan dilakukan sesuai syariat Islam serta memperhatikan standar kebersihan dan keamanan pangan.
“Tim penyembelih di Masjid Al-Quds terdiri dari personel yang berpengalaman dan memiliki sertifikasi JULEHA, sehingga proses penyembelihan dilakukan sesuai syariat Islam serta standar kebersihan dan keamanan,” jelasnya.
Selain itu, menurutnya, sistem kerja panitia yang terstruktur menjadi salah satu alasan utama kepercayaan tersebut.
“Pelaksanaan kurban dikelola dengan baik, mulai dari penyembelihan hingga pengemasan daging. Semua berjalan tertib, efisien, dan sesuai estimasi waktu yang direncanakan,” tambah Arif.
Ia juga menilai lingkungan penyembelihan di Masjid Al-Quds cukup representatif dan mendukung kelancaran proses kurban.
“Lokasi penyembelihan bersih serta didukung sarana dan prasarana yang memadai, sehingga proses penyembelihan dan distribusi daging kepada masyarakat dapat berjalan lebih cepat dan nyaman,” katanya.
Radio Wahdah