Donggala – Dewan Pengurus Daerah Wahdah Islamiyah Donggala menggelar Tabligh Akbar Ramadhan 1447 Hijriah dengan tema “Ramadhan: Hidupkan Hati, Kuatkan Iman” di Masjid Al Ikhsan Lampong, Kelurahan Tanjung Batu, Kecamatan Banawa, Sabtu (14/2/2026).
Kegiatan yang berlangsung pukul 08.00 hingga 12.00 WITA tersebut menghadirkan Ustaz Adriansyah Buwa, Lc., Ketua Departemen Khidmatul Qur’an DPW Wahdah Islamiyah Sulawesi Tengah sekaligus Pimpinan Pondok Pesantren Al Anshar Wahdah Islamiyah Palu, sebagai pemateri utama. Tabligh Akbar ini terbuka untuk umum dan dihadiri jamaah dari berbagai kalangan.
Ketua DPD Wahdah Islamiyah Donggala, Abdul Malik, S.Arc., dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan agenda rutin tahunan yang bertujuan memperkuat kesiapan spiritual umat Islam menjelang Ramadhan.
“Kegiatan yang dilaksanakan setiap tahun ini bertujuan menambah keilmuan kita untuk mempersiapkan diri menyambut Ramadhan, agar kita tidak terbuai dan terlena hingga lalai dari keutamaan bulan suci tersebut,” ujarnya.
Sementara itu, perwakilan Kementerian Agama Kabupaten Donggala, Mahfud, S.Pd., mengapresiasi kiprah Wahdah Islamiyah dalam pembinaan umat. Ia mengaku telah lama mengenal organisasi tersebut sejak menempuh pendidikan di Makassar.
“Ormas Wahdah bukan hal yang baru di telinga saya. Saya kuliah di Makassar dan Wahdah besar di sana. Sesuai dengan namanya, Wahdah Islamiyah berarti persatuan Islam, yang mengajarkan kepada kita agar tidak bercerai-berai,” ungkapnya.
Dalam tausiyahnya, Ustaz Adriansyah Buwa mengingatkan bahwa Ramadhan merupakan tamu yang sangat istimewa dan agung. Menurutnya, bulan suci tersebut harus disambut dengan kebahagiaan dan persiapan terbaik.
“Ramadhan adalah tamu yang sangat istimewa. Sebagaimana ketika kita didatangi tamu yang sangat kita muliakan, maka kita hadirkan kebahagiaan dan kegembiraan dalam hati kita,” tuturnya.
Ia menambahkan, para ulama terdahulu atau salaf sangat merindukan Ramadhan. Bahkan enam bulan sebelum datangnya bulan suci, mereka telah memanjatkan doa agar dipertemukan kembali dengan Ramadhan.
“Para salaf berdoa, ‘Ya Allah, pertemukan kami dengan Ramadhan.’ Dan mereka sangat bersedih ketika Ramadhan meninggalkan mereka,” katanya.
Menurutnya, Ramadhan bukanlah tamu biasa, melainkan bulan yang penuh makna dan keberkahan. Karena itu, setiap Muslim perlu mempersiapkan diri secara maksimal, baik dari sisi ibadah, ilmu, maupun kesiapan hati.
Melalui kegiatan tersebut, Wahdah Islamiyah Donggala berharap semangat menyambut Ramadhan 1447 H semakin tumbuh di tengah masyarakat, sehingga bulan suci dapat dijalani dengan kesungguhan dan menghadirkan perubahan ke arah yang lebih baik.
Radio Wahdah