Palu - Dewan Pimpinan Wilayah Wahdah Islamiyah Sulawesi Tengah menggelar Salat Iduladha 1446 Hijriah secara terbuka untuk umum di halaman Kantor DPW WI Sulteng, Jalan Lekatu No. 27 A, Kelurahan Tavanjuka, Kota Palu, Jumat (6/6/2025) pagi.
Palu - Dewan Pimpinan Wilayah Wahdah Islamiyah Sulawesi Tengah menggelar Salat Iduladha 1446 Hijriah secara terbuka untuk umum di halaman Kantor DPW WI Sulteng, Jalan Lekatu No. 27 A, Kelurahan Tavanjuka, Kota Palu, Jumat (6/6/2025) pagi.
Acara dimulai pukul 06.40 WITA dan dihadiri oleh ratusan jamaah dari berbagai penjuru Kota Palu. Bertindak sebagai khatib adalah Ustaz Bahrul Ulum, yang juga menjabat sebagai Ketua DPD Wahdah Islamiyah Palu, sedangkan imam salat adalah Ustaz Joko Verianto Putra Setiawan, mahasiswa Universitas Islam Madinah, Arab Saudi.
Mengangkat tema “Meneladani Pengorbanan Tanpa Batas Khalilullah dalam Menghadapi Krisis Peradaban”, Ustaz Bahrul dalam khutbahnya menekankan pentingnya menjadikan Nabi Ibrahim ‘alaihissalam sebagai teladan dalam berkorban dan membangun fondasi peradaban yang kuat di tengah tantangan zaman.
“Keteladanan Ibrahim ‘alaihissalam bukan hanya soal kesediaannya menyembelih Ismail, tetapi lebih dalam dari itu: sebuah pengorbanan total demi ketaatan kepada Allah. Ini adalah fondasi dalam menghadapi krisis peradaban hari ini,” ungkapnya.
Ia juga mengajak kaum Muslimin untuk tidak sekadar memperingati Iduladha sebagai seremonial tahunan, tetapi momentum memperkuat keimanan dan komitmen dalam menegakkan nilai-nilai Islam.
“Krisis peradaban hari ini ditandai dengan melemahnya komitmen terhadap tauhid dan dominasi hawa nafsu atas nilai-nilai ilahi. Maka kita perlu kembali kepada semangat pengorbanan dan ketaatan Nabi Ibrahim sebagai solusi,” lanjutnya.
Salat Iduladha yang diselenggarakan DPW Wahdah Islamiyah Sulteng ini merupakan bagian dari program dakwah tahunan yang bertujuan mendekatkan masyarakat pada nilai-nilai Islam yang rahmatan lil alamin. Usai pelaksanaan salat dan khutbah, panitia juga menggelar kegiatan silaturahmi dan penyembelihan hewan kurban yang melibatkan relawan serta warga sekitar.