Berita Daerah

Mukerda ke-IX Wahdah Islamiyah Morowali, Pemda Dorong Kerja Sama Atasi Kekerasan, Narkoba, dan Perce

Morowali – Dewan Pengurus Daerah (DPD) Wahdah Islamiyah Morowali menggelar Musyawarah Kerja Daerah (Mukerda) ke-IX yang dirangkaikan dengan Tabligh Akbar, Jumat (24/1/2026). Kegiatan tersebut berlangsung di Masjid At Tauhid, Desa Bahomoleo, Kecamatan Bungku Tengah, Kabupaten Morowali.

Mukerda ke-IX Wahdah Islamiyah Morowali secara resmi dibuka oleh Bupati Morowali yang diwakili Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat, Desa, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan anak Kabupaten Morowali, Bapak Abdul Malik Hafid, S.Hi, M.Si.  Kegiatan ini diikuti oleh kader, simpatisan, serta masyarakat umum.

Mukerda dilaksanakan sebagai forum musyawarah untuk merumuskan dan menetapkan program kerja pengurus Wahdah Islamiyah Morowali untuk satu tahun ke depan, sekaligus menjadi momentum konsolidasi organisasi dalam penguatan peran dakwah, pendidikan, dan sosial kemasyarakatan.

Ketua DPD Wahdah Islamiyah Morowali, Siswanto, dalam sambutannya menyampaikan bahwa Wahdah Islamiyah Morowali telah berkiprah selama sembilan tahun dalam pembinaan umat melalui berbagai bidang strategis.

“Selama sembilan tahun, Wahdah Islamiyah Morowali bergerak di bidang dakwah, pendidikan, dan sosial. Alhamdulillah, saat ini telah berdiri enam unit lembaga pendidikan, terdiri dari tiga Sekolah Dasar dan tiga Taman Kanak-kanak yang tersebar di tiga kecamatan,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan bahwa secara kelembagaan, Wahdah Islamiyah Morowali terus mengalami perkembangan. Saat ini telah terbentuk lima Dewan Pengurus Cabang (DPC), dan dalam waktu dekat akan dikukuhkan dua DPC tambahan sehingga total menjadi tujuh DPC.

Mengusung tema “Bersatu, Berjuang, Menjaga dan Memajukan Morowali Tercinta”, Siswanto berharap Wahdah Islamiyah Morowali dapat terus bersinergi dengan pemerintah daerah serta seluruh elemen masyarakat dalam mendukung pembangunan daerah dan pembinaan umat.

Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Morowali, Abdul Malik HI A. Hafid, dalam sambutannya menyoroti berbagai persoalan sosial yang saat ini menjadi perhatian serius pemerintah daerah. Ia mengungkapkan bahwa terdapat lebih dari 40 kasus kekerasan terhadap perempuan di Kabupaten Morowali.

Menurutnya, sebagian besar persoalan tersebut berawal dari berbagai faktor seperti perjudian online, pergaulan bebas, penyalahgunaan narkoba, serta lemahnya ketahanan keluarga. Ia juga menyebutkan bahwa Sulawesi Tengah saat ini berada pada peringkat pertama kasus narkoba dan menempati posisi kedua tertinggi angka perceraian.

“Persoalan ini tidak bisa diselesaikan oleh pemerintah saja. Diperlukan kerja sama dan peran aktif seluruh elemen masyarakat, termasuk organisasi keagamaan,” tegasnya.

Olehnya itu, ia berharap Wahdah Islamiyah dapat menjalin kerja sama dengan pemerintah daerah, khususnya dalam pembinaan keluarga, pendidikan karakter, dan penguatan nilai-nilai moral serta keagamaan di tengah masyarakat.

Mukerda ke-IX Wahdah Islamiyah Morowali diharapkan menjadi wadah strategis untuk merumuskan program yang solutif dan berkelanjutan, sekaligus memperkuat sinergi antara organisasi kemasyarakatan dan pemerintah daerah dalam mengatasi persoalan sosial serta memajukan Kabupaten Morowali.

Share Postingan :
Sebelumnya :
Selanjutnya :
Dengarkan Streaming Online

 Radio Wahdah

Dakwah - Pendidikan - Sosial - Kesehatan

Ormas Islam Bermanhaj Ahlussunnah Wal Jamaah

Profil


DPW Wahdah Islamiyah Sulawesi Tengah

Alamat : Kantor DPW Wahdah Islamiyah Sulawesi Tengah
Jl. Lekatu No. 27A Kelurahan Tavanjuka, Kecamatan Tatanga, Kota Palu.